nuffnang

Wednesday, December 30, 2009

Makan Luar

29/12/2009

Abiey dan keluarga nak merasa sup utara di restoran Ani Sup Utara di Berek 12. Sekali sekala makan kat luar ni best juga, kalau hari2 jemu juga, jemu merasa dan jemu poket tuh.
Restoran Ani Sup Utara ni menyajikan pelbagai jenis sup, rasanya boleh tahan jugak, kalau berhajat nak merasai masakan ni bolehlah berkunjung ke Restoran ini di jalan Berek 12 berhadapan dengan Nasi Air Mak Su Nab.

Abiey makan mee soto, manakala anak2 memesan nasi sup perut dan ayam. isteri abiey pula memesan mee sup aje..


Ni anak ketiga abiey yang sentiasa berselera makan apa aje..
Sup ayam kegemarannya.

Design dan deko restoran boleh tahan juga

Anak sulong dan yang kedua..
Nasi Sup perut menjadi santapannya

Anak bongsu daun keladi abiey.. sentiasa nak merasa makanan kakaknya... sabar dulu ye imtienan

Bila dapat makan ni.....
Isteri abiey melayan karenah imtienan sementara menunggu abiey selesai makan...

Datanglah ke Restoran Kak Ani Sup Utara... bukan promosi sekadar untuk bertukar selera


Friday, December 25, 2009

Tazkirah: Tafsir Surah al-Ikhlas


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

1. Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.
2. Allah adalah Illah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.
3. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
4.dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Kalau kita baca sejenak erti masing-masing ayat dalam Surah Al Ikhlas ini, maka tak jauh dari istilah "Tauhid" atau "Mengesakan Allah" sekaligus hujjah bagi para pelaku kesyirikan (mereka yang mempersekutukan Allah). sekarang mari kita lihat masing-masing ayat:

* Ayat 1: "Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa."

Ayat ini sudah mengikat sebuah pernyataan akan keesaan Allah, yakni bahwa Allah itu Maha Esa dengan segala kesempurnaan, yang memiliki Al Asma Al Husna serta segala sifat kisempurnaan Yang Maha Tinggi, berbagai perbuatan yang suci yang tiada bandingannya. Ini ada hubungannya dengan Sifat-Sifat Asma al Husna berikut:

* Al Wahid (Satu) dan Al Ahad (Tunggal), artinya sebagaimana Firman Allah: "Katakanlah: "Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Robb Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa" (QS.Ar Ro'd: 16)

iaitu, Dia-lah (Allah) yang diesakan dengan segala sifat kesempurnaan, tak ada yang menyamai-Nya dalam kesempurnaan ini. Seorang hamba harus mengesakan-Nya dengan keyakinan, perkataan dan perbuatan dengan meyakini kesempurnaan-Nya yang mutlak dan keesaan-Nya dengan sifat wahdaniyyah serta mengesakan-Nya dalam segala macam ibadah.

* Ayat 2 : "Allah adalah Illah yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu"

Dan dari sebagian bukti keesaan dan kesendirian-Nya (segala sifat kesempurnaan-Nya), bahawasannya Dia bersifat Ash-Shomad (tempat bergantungnya segala urusan). Yang menjadi tujuan dan kebutuhan seluruh hamba kepada Allah ialah mereka selalu memohon kepada Allah untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka selalu berhasrat kepada-Nya dalam segala kepentingan mereka. Kerana Allah itu Maha Sempurna. Yang Maha mengetahui dan sempurna dalam ilmu-Nya, Yang Maha Lembut dan sempurna dalam kelembutan-Nya, Yang Maha Pengasih, yang sempurna cinta kasih-Nya. kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu, demikian juga segala sifat yang dimiliki-Nya. Diantara sifat-Nya yang sempurna adalah bahwa Dia:

* Ayat 3 : "Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan"

Yakni kerana Allah tidak membutuhkan segala sesuatu secara mutlak,

* Ayat 4 : "dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"

Dalam nama, dalam sifat-Nya dan dalam perbuatan-Nya. Tabaaroka wa Ta'ala.

Dalam Tafsir Karimurrohman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'adiy berkata: "surat ini mengandung ajaran Tauhid Al Asma' dan Ash Shifaat." Namun demikian, sebenarnya surah ini juga mencakup Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah.

1. Tauhid Rububiyah yakni mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya, seperti menciptakan, memberi rizki, mengatur segala urusan, menghidupkan, mematikan, dan sebagainya.

* Tidak ada satu pencipta pun kecuali Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu" (QS.Az Zumar: 62)
* Tidak ada yang memberi rizki kecuali Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya." (QS.Huud: 6)

* Tidak ada yang menghidupkan dan tidak ada yang mematikan kecuali Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Dia-lah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan" (QS.Yunus: 56)

Tauhid Rububiyah ini juga diakui oleh orang-orang kafir pada zaman Rosululloh SAW, tetapi pengakuan ini tidak menjadikan mereka masuk ke dalam agama Islam. Sebagaimana Firman Allah: "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Maka mereka akan menjawab "Allah". " (QS.Luqman: 25)

2. Tauhid Uluhiyah yakni mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba yang diperintahkan-Nya. Karena itu semua bentuk ibadah harus ditujukan hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, seperti do'a (permohonan), khauf (takut), tawakkal (berserah diri), meminta pertolongan, perlindungan, dan sebagainya.

* Kita tidak berdo'a kecuali kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Dan Robb-mu berfirman, 'Berdo'alah kepada-Ku, nescaya akan Ku-perkenankan bagimu.'"(QS. Al Mu'min: 60)

* Kita tidak takut kecuali kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Ali Imron: 175)

* Kita tidak bertawakkal kecuali kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS.Al Ma'idah: 23)

* Kita tidak meminta pertolongan kecuali kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan." (QS.Al Fatihah: 5)

* Kita tidak memohon perlindungan kecuali kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah, Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia." (QS.An-Naas: 1)

Tauhid ini yang dibawakan oleh para Rosul 'alaihimus Salam. Sebagaimana Firman Allah: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thoghut itu'." (QS.An Nahl: 36). Tauhid Uluhiyah inilah yang diingkari orang-orang kafir, baik pada zaman dahulu mahupun sekarang. Allah Ta'ala berfirman: "(Dan orang-orang kafir berkata): 'Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." (QS.Shood: 5)

Adapun hubungan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah dengan Surah Al Ikhlas adalah bahwasannya ke-4 (keempat) ayat dalam surah ini mengandung ajaran Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah


Thursday, December 24, 2009

Tazkirah: Tafsir surah a-Lahab






Tafsir Surah Al Lahab (Gejolak Api) – 111




Diolah dari Tafsir Ibn kathir

Surah ini disebut juga surah Tabbat, surah ke 111, terdapat 5 ayat. Diturunkan di kota Mekah. Surah ini berkenaan kemusyrikan itu tidak dapat dipertahankan dan tidak akan menang walaupun pendukungnya bekerja keras. Ia mengenai cerita Abu Lahab dan isterinya yang menentang Rasulullah dan keduanya akan celaka dan masuk neraka. Harta, usaha titik peluhnya dan anak-anaknya tidak berguna langsung buatnya bagi menyelamatkannya dari azab neraka.

Al Bukhari merakamkan bahawa Ibnu ‘Abbas menyatakan Rasulullah telah keluar ke lembah Al Batha dan baginda mendaki puncak tinggi…Kemudian baginda berteriak,

Wahai kamu semua, mari ke mari!

Maka berkumpul semua orang Quraisy mengelilingi baginda, lalu baginda berkata:

Jika aku katakan semua musuh kamu telah bersiap sedia untuk menyerang kamu di waktu pagi ataupun petang, dapatkah kamu semua mempercayai aku?


Mereka membalas,

Ya kami percaya!

Rasulullah menyambung pula:

Sesungguhnya aku adalah pemberi amaran yang telah diutuskan kepada kalian semua sebelum tibanya hari pembalasan kelak.

Maka Abu Lahab bersuara:

Celakalah kau untuk ini sahajakah kamu kumpulkan kami semua.

Maka Allah turunkan surah ini, surah Al Masad, binasalah kedua tangan Abu Lahab hingga akhir ayat. Dalam riwayat lain Abu Lahab berdiri sambil tangannya memegang debu pada tangannya dan berkata, celakalah hari kemudian mu Muhammad, hanya untuk ini sahajakah kau kumpulkan kami semua!

Ayat 1 ditujukan sebagai kata-kata yang mengecam Abu Lahab sendiri dan juga mengenai sifat Abu Lahab. Lelaki ini, Abu Lahab adalah salah seorang bapa saudara atau pakcik kepada Rasulullah. Namanya adalah Abdul Uzza bin Abdul Mutallib. Nama panggilan biasa adalah Abu Utaybahdan dia hanya dipanggil Abu Lahab adalah disebabkan kecerahan wajahnya. Dia sering menyakiti Rasulullah. Dia sangat membenci dan menghina Rasulullah Muhammad dan agama islam yang diajarkan baginda. Imam Ahmad meriwayatkan daripada Abu Az Zinad bahawa seorang lelaki dari Bani Ad Dil, pernah berkata kepada Imam Ahmad bahawa melihat Rasulullah pada zaman Islam masih lagi asing sewaktu di pasar Zul Majaaz dan baginda telah berkata:

Wahai manusia, katakanlah tiada disembah melainkan Allah dan kamu pasti berjaya!

Semua orang telah mengelilingi baginda dan di belakang baginda ada seorang lelaki dengan wajah yang cerah, ….squint dan braid in his hair…lelaki itu berkata:

Sesungguhnya dia ini (Muhammad) seorang yang murtad (dari agama kita) dan seorang penipu!

Lelaki ini sentiasa mengikuti baginda kemana sahaja baginda pergi. Maka, saya mula bertanya kepada khalayak, siapakah lelaki yang mengikuti baginda, mereka menjawab

Lelaki itu adalah pakciknya, Abu Lahab!

Ayat 2 Allah menerangkan segala usaha dan anak pinak Abu Lahab, tidak akan memberi manfaat dan hasil yang baik kepada Abu Lahab. Berhubung ayat ini, Ibnu Mas’ud menjelaskan ayat ini bersangkutan dengan dialog Abu Lahab terhadap panggilan Rasulullah kepada kaumnya untuk tauhid, lalu Abu Lahab menjawab:

Jika benar apa anak saudaraku itu (Muhammad) katakan, aku akan tebus diri di akhirat nanti dengan kekayaan dan anak-anakku.

Ayat 3 menjelaskan Abu Lahab akan dimasukkan ke dalam api yang membakar

Ayat 4, isteri Abu Lahab, Ummu Jamil adalah ketua golongan wanita Quraisy yang berpengaruh. Namanya yang sebenar adalah Arwah binti Harb bin Umayyah, adik kepada Abu Sufyan. Dia ini amat menyokong tindakan suaminya dan kepercayaannya. Disebabkan itu dia menjadi penolong kepada hukuman dan balasan terhadap suaminya sebagaimana Allah dalam ayat 4 ini bahawa dia membawa kayu bakar yang mana kayu-kayu yang diangkatnya menjadi pembakar suaminya di akhirat dan dia juga akan dilakukan seperti itu juga, dibakar dalam neraka. Di lehernya, terdapat rantai yang tersimpul daripada Al Masad, rantai besi yang panas. Diceritakan Ummu Jamil, isteri Abu Lahab selalu menaburkan duri pada jalan laluan harian Rasulullah.

Suatu hari, Ummu Jamil ini telah keluar ke khalayak berdekatan Kaabah dan menjerit:

Muhammad itu mengutuk moyang kita, dan agama kita, juga suruhannya itu mengkhianati kita.

Sambil ditangannya ada seketul batu.

Ketika itu, Rasulullah sedang duduk dekat dengan Kaabah dan Abu bakar juga bersamanya. Apabila Abu Bakar melihat Ummu Jamil makin hampir, dia berkata kepada Rasul:

Wahai Rasulullah, dia datang ke sini dan aku bimbang dia akan nampak engkau!

Sesungguhnya dia takkan dapat melihat aku.

Kemudian baginda membaca ayat Quran sebagai pelindung sebagaimana dipesan Allah dalam surah 17 surah Al Isra’ ayat 45 yang bermaksud:

Dan apabila kamu membaca Al Quran nescaya Kami adakah antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, suatu dinding yang tertutup.

Maka apabila Ummu Jamil tiba sahaja di hadapan Abu Bakar, dia langsung tidak melihat Rasulullah. Sedangkan Rasulullah hanya di sebelah Abu Bakar ketika itu. Ummu Jamil tika itu berkata,

Wahai Abu Bakar, sesungguhnya aku telah dimaklumkan kawan kamu itu (Muhammad) telah mengucapkan syair yang buruk mengenai aku.

Tidak, demi tuhan rumah ini (Kaabah) baginda tidak berbuat begitu padamu.

Lalu Ummu Jamil dengan bercekak pinggang tawaf (mengelilingi) Kaabah sambil berkata:

Sumpahan akan terkena pada orang yang berkata buruk.


Tuesday, December 22, 2009

Tazkirah_Surah Al-Falaq








Surah Al-Falaq

بسم الله الرحمن الرحيم

قل أعوذ برب الفلق. من شرما خلق. ومن شرغا شق اذا وقب. ومن شر النفثت فى العقد. ومن شر حاسد اذا حسد.

Ayat 1 - 5

1. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (Yang Menguasai waktu) subuh.

2. Dari bahaya (kejahatan) makhluk.

3. Dan dari bahayanya (kejahatan) malam apabila telah gelap.

4. Dan dari bahaya (kejahatan) yang mengembus (tukang sihir) pada simpulan.

5. Dan dari bahaya (kejahatan) orang yang dengki apabila ia dengki.


ASBABUNNUZUL

Astaa'labi berkata: Ibn Abbas dan A'isyah ra. keduanya berkata: Dahulu ada seorang pemuda yahudi melayani Nabi saw. Lalu diminta padanya oleh orang-orang Yahudi untuk mengambilkan sikit dan rambut bekas sikatan Nabi saw. dan beberapa gigi sikatnya, lalu diberikan semua itu kepada orang yahudi dan dengan itulah mereka melakukan sihirnya, sedang yang melaksanakan semua itu ialah Labid bin A'sham kemudian dimasukkan ke dalam sumur (telaga) Dzarwan milik Bani Zariq, maka sakitlah Rasulullah saw. dan luruhlah rambutnya, selama lebih kurang enam bulan. Seakan-akan ia berkumpul dengan isterinya padahal tidak, sedang badannya bertambah kurus, sehingga pada suatu malam ketika ia sedang tidur, tiba-tiba datang dua Malaikat yang satu duduk di dekat kakinya sedang yang lain duduk di sisi kepalanya.

Lalu yang duduk di dekat kakinya bertanya: Mengapa orang ini?
Dijawab: terkena sihir.
Siapakah yang menyihirnya?
Labid bin A'sham (seorang yahudi).
Dengan apakah ia meyihirnya?
Dengan gigi sikat dan rambutnya.
Di manakah?
Di dalam sumur (telaga) Dzarwan dalam kulit kurma

Kemudian Nabi saw. bangkit dari tidurnya lalu bersabda Hai A'isyah: Allah telah memberitahu tentang penyakitku. Lalu baginda mengutus Ali bin Abi Thalib dan Azzubair bin Al Awwaam dan Ammar bin Yasir ra. Ialu mereka mengeringkan air telaga itu kemudian mereka mengangkat batu dan mengeluarkan kulit kurma yang mengandungi rambut dan gigi sikat yang diikat dengan tali dan penuh dengan jarum.

Maka Allah menurunkan kedua surat ini, maka tiap dibaca (tiap ayat daripadanya) maka terbukalah tiap ikatan yang ada di dalamnya sehingga terbuka semua ikatannya dan terasa ringan badan Nabi saw. sedang Malaikat Jibril membaca "Bismillahi arqika min kulli syai'in yu'dzika min haa sidin wa ainin Allahu yasy fika". Maka sahabat bertanya "Apakah tidak kita tangkap saja penjahat itu dan kita bunuh?" jawab Nabi saw. "Allah telah menyembuhkan aku dan aku tidak suka membangkitkan kejahatan di tengah orang ramai"

KETERANGAN

Uqbah bin Aamir ra. berkata: Ketika saya melihat kenderaan Nabi saw. di salah satu jalanan tiba-tiba Nabi saw. bersabda: Hai Uqbah apakah anda tidak mau mengendarai? Aku masih kuatir kalau-kalau itu merupakan satu dosa, tapi Nabi saw. lalu turun dari kenderaannya dan terpaksa aku mengendarainya, kemudian setelah giliran Nabi saw. mengendarai, baginda bersabda kepadaku: "Hai Uqbah sukakah engkau aku ajarkan kepadamu dua surah yang sebaik-baik yang dibaca oleh manusia?" Jawabku "Baiklah ya Rasulullah", lalu baginda mengajar kepada ku "Qul a'udzu bi abbil falaq, Qul a'udzu birabbin naas" kemudian iqamah untuk solat maka Rusulullah saw. maju kehadapan untuk menjadi imam. Kemudian Nabi saw. bertemu lagi dengan ku dan bertanya "Bagaimana pendapatmu hai Uqbah, bacalah kedua surah itu tiap akan tidur dan bangun"
(HR. Ahmad, Abu Dawud, Annasa'i)

A'isyah ra.: Rasulullah saw. jika merasa sakit baginda membaca surah Almu'awwidzat (Qul a'udzu bi abbil falaq dan Qul a'udzu birabbin naas) di atas kedua tapak tangannya lalu meniupnya dan mengusapkannya ke badan mukanya hingga semua badannya.

Runtuh dan hilang

Negara hari ini dilanda wabak runtuh dan hilang. Runtuh berlaku di Terengganu manakala hilang berlaku ketika dalam perjalanan menuju ke sungai besi.

Runtuh di Kuala Terengganu yang dikatakan berlaku setelah dua peristiwa sebelum ini. Pertama di stadium, kedua di masjid dan ketiga serta yang terbaru di hentian / terminal Pengangkutan Awam. abiey juga terfikir macamana berlaku keruntuhan ini, adakah kontraktor yang dilantik tidak berkelayakan atau ........... Semua yang berlaku al-hamdulillah tidak melibatkan kemalangan jiwa.

Hilang....
Abiey biasa dengar kehilangan enjin motosikal yang dilakukan oleh mat2 mata sepet/merah/gian. Tak terlintas pula dibatu jemala abiey nih enjin kapal terbang hilang... kalau enjin kereta hilang bolehlah diterima akal sikit.
Satu hal lagi... kalau motosikal yang kehilangan enjinnya dikebas oleh mat2 gian/sepet/mata merah. Kehilangan enjin kapal terbang angkara sapa... takkanlah mat gian/sepet/mata merah nak kebas jugak...

Di sini abiey bukan nak menjatuh dan memperlekehkan sesiapa. cuma kita kena ingat begitu rapuhnya sistem keselamatan negara kita dan ketidakcaknaan segelintar yang terlibat akan membawa negara kita kepada kehancuran. Kecurian harta kerajaan dan ketidakcanaan dengan keselamatan umum membawa kepada kepincangan di dalam sistem pentadbiran kita. fikirkan......

Apa2 pun Malaysia tetap Negara yang AMAN DAN BERDAULAT.

MALAYSIA BOLEH............

Menunggu Result PMR

Dua hari lagi result PMR akan diumumkan. Abiey yang terlibat secara langsung dengan pelajar asrama akan bersama-sama dengan guru PMR untuk mengagihkan keputusan PMR. Abiey ditugaskan untuk meneliti hutang2 pelajar asrama dan menguruskan agihan result PMR bagi pelajar asrama.
Semua guru MSI berdebar2 menunggu result PMR tahun ini. Berdasarkan jumlah pelajar yang ramai berbanding dengan tahun2 sebelum ini, diharap mampu memahatkan kecemerlangan. Diharap semua pelajar dan guru2 MSI bersabar dan menerima result dengan penuh kesyukuran. Walau apapun keputusan yang keluar terimalah seadanya....

Monday, December 21, 2009

Surah An-Nas ( Tafsir )





Abiey akan sertakan tafsir surah An-Nas dalam laman tazkirah abiey kali ini,

سورة الناس
SURAH AN-NAS
Surah Manusia
Surah (114) - Makkiyah - 6 ayat

بِسْمِ الّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.
( ُقل َأعُوُذ بِرَبِّ النَّاسِ ( 1
1. Katakanlah (wahai Muhammad) aku pohon perlindungan pada Tuhan
yang memelihara manusia.
( مَلِكِ النَّاسِ ( 2
2. Yang menguasai (dan memerintah) manusia.
( إَِلهِ النَّاسِ ( 3
3. Tuhan yang disembah manusia.
( مِن شَرِّ اْلوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ( 4
4. Dari kejahatan (Syaitan) pembisik yang datang dan menghilang.
( الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ( 5
5. Yang membisik (kejahatan) di dalam dada manusia.
( مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ( 6
6. Iaitu dari (Syaitan) jin dan manusia.

Dalam surah ini dipohonkan perlindungan pada Tuhan yang
memelihara manusia, yang memerintah manusia dan yang disembah
manusia dan perkara yang dipohon perlindungan ialah kejahatan Syaitan
yang datang dan menghilang iaitu yang membisik kejahatan dalam hati
manusia iaitu dari Syaitan yang tidak nampak dan Syaitan manusia.
Memohon perlindungan pada Tuhan yang memelihara, yang memerintah
dan yang disembah itu bererti menghadirkan sifat-sifat Allah yang Agung
yang dapat menolak segala kejahatan umumnya dan kejahatan Syaitan
pembisik yang datang dan menghilang khususnya.

Ar-Rab ialah sifat Allah yang memelihara, mengasuh, mengarah,
menjaga dan melindung. Al-Malik ialah sifat Allah yang memilik,
memerintah dan mentadbir. Al-Ilaah ialah sifat Allah yang menguasai segala galanya.
Semua sifat-sifat ini berkuasa memberi pertolongan dan kejahatan
yang meresap dalam hati-hati manusia yang tidak mengetahui bagaimana
hendak menolak kejahatan-kejahatan yang tersembunyi itu.
Allah itu adalah pemelihara dan pelindung segala makhluk,
pemerintah segala makhluk dan penguasa segala makhluk, tetapi di sini
Allah disebut khusus sebagai pemelihara dan pelindung manusia,
pemerintah manusia dan Tuhan yang disembah manusia supaya manusia
merasa begitu hampir kepada-Nya dalam detik-detik mencari perlindungan
dan naungan.

Allah telah mengarahkan Rasul-Nya SAW dan sekalian umatnya,
supaya mencari perlindungan dan naungan pada-Nya dengan menghadirkan
pengertian-pengertian dan sifat-sifat tersebut semoga diperlindungkan
mereka dari kejahatan yang sangat halus jejak langkahnya, yang tidak
terdaya ditolakkannya melainkan dengan pertolongan Allah pemerintah dan
penguasa yang Maha Agung, kerana kejahatan yang halus itu menyerang
mereka tanpa disedari.

Mula-mula Allah menyebut sifat Syaitan sebagai:
( مِن شَرِّ اْلوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ( 4
4. Dari kejahatan (Syaitan) pembisik yang datang dan menghilang.
Kemudian Dia menyebut kerjanya:
( الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ( 5
5. Yang membisik (kejahatan) di dalam dada manusia.
Kemudian Dia memperkenalkan hakikatnya:
( مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ( 6
6. Iaitu dari (Syaitan) jin dan manusia.

Tertib susunan ini membangkitkan kesedaran dan perhatian untuk
mengenal hakikat Syaitan pembisik yang datang dan menghilang itu dan
cara-cara ia bekerja melaksanakan kejahatannya sebagai persediaan untuk
menolak dan mengawasi gerak langkahnya. Apabila seseorang itu menyedari
bahawa Syaitan yang tidak nampak itu membisikkan kejahatan dalam hati
manusia secara halus dan tidak dapat dilihat begitu juga apabila ia menyedari
ada manusia yang dapat menyerap ke dalam dada dan menaburkan
kejahatan dalam hati manusia sama seperti Syaitan yang tidak nampak itu,
maka ia akan bersiap sedia untuk mempertahankan dirinya dari kejahatan
itu, kerana ia telah mengetahui tempat persembunyian, pintu dan jalan
masuk (Syaitan-syaitan itu).

Kita tidak mengetahui bagaimana berlangsungnya bisikan Syaitan,
tetapi kita merasakan kesan-kesannya dalam jiwa dan dalam realiti hidup
kita. Kita sedar bahawa pertarungan antara Adam dengan Iblis adalah satu
pertarungan yang amat lama. Kita sedar bahawa Syaitan telah
mengisytiharkan perang berterusan, iaitu satu perisytiharan yang lahir dari
tabiat jahat yang ada dalam dirinya, dan lahir dari sifat-sifat angkuh, hasad
dengki dan dendam kesumatnya terhadap manusia.
Kita sedar Syaitan telah meminta kebenaran dari Allah untuk memerangi
manusia, dan permintaannya itu telah diluluskan Allah kerana suatu hikmat
yang diketahui-Nya. Walau bagaimanapun Allah tidak membiarkan manusia
mengharungi perjuangan itu tanpa senjata, malah Dia telah menjadikan
keimanan sebagai perisai untuk mereka, zikir sebagai kelengkapan perang
dan doa memohon perlindungan sebagai senjata. Andainya manusia itu
lupakan perisai, kelengkapan dan alat senjatanya maka dialah sahaja yang
patut disalahkan.
Dari Ibn 'Abbas RA katanya sabda Rasulullah SAW:
"Syaitan itu duduk mencangkung di atas hati manusia, apabila manusia menyebut
Allah ia akan mengundurkan diri dan apabila manusia lalai ia akan membisikkan
kejahatan."
Mengenai penggoda-penggoda dari kalangan manusia pula kita
memang mengetahui dan mengenali banyak dari hasutan-hasutan dan
bisikan-bisikan mereka yang jahat, malah kita tahu bahawa di antara hasutan
dan bisikan jahat manusia itu ada yang lebih buruk daripada hasutan dan
bisikan Syaitan. Mereka terdiri daripada: Teman-teman jahat yang
menaburkan kejahatan ke dalam hati dan akal kawannya tanpa disedari dan
diawasi olehnya kerana ia teman yang dipercayainya.

Pemagar-pemagar yang mengelilingi pembesar-pembesar yang
membisikkan fikiran-fikiran yang jahat kepada mereka sehingga mereka
bertindak ganas dan zalim terhadap rakyat jelata negerinya. Tukang-tukang
umpat dan fitnah yang pandai bermadah dengan kata-kata yang begitu indah
dan licin hingga apa yang dikatakannya itu kelihatan seolah-olah amat benar
dan tidak dapat dipertikaikan lagi. Penjual-penjual nafsu yang masuk dari
pintu-pintu naluri dengan gaya yang amat menarik yang tidak dapat ditolak
melainkan dengan kesedaran hati nurani dan pertolongan dari Allah.


Di sana terdapat berpuluh-puluh jenis pembisik kejahatan yang datang
dan menghilang, yang membuat perangkap-perangkap kejahatan dan
menyeludupkannya ke dalam hati manusia. Mereka adalah lebih jahat
daripada Syaitan-syaitan yang tidak nampak dan lebih halus daripada jejak
langkahnya. Manusia memang tidak berupaya untuk menolak bisikanbisikan
kejahatan yang halus, kerana itu Allah menunjukkan perisai dan alatalat
senjata kepada mereka supaya mereka dapat menempuh pertarungan
yang dahsyat itu.

Syaitan pembisik itu telah disifatkan dengan kelakuan "datang dan
menghilang" ini adalah satu isyarat yang mengandung tujuan, kerana dari
satu segi sifat itu menunjukkan bahawa kelakuan Syaitan itu lebih suka
bersembunyi dan menunggu peluang. Andainya terbuka ia akan meresap
masuk perlahan-lahan membisikkan kejahatan-kejahatannya, dan dari satu
segi yang lain pula menunjukkan satu kelemahan Syaitan apabila berdepan
dengan mereka yang sedar dan siap-siaga mengawal pintu hatinya. Oleh
sebab itu semua pembisik-pembisik kejahatan sama ada dari Syaitan yang
tidak nampak atau dari Syaitan-syaitan manusia apabila dilawan mereka
akan berundur menyembunyikan diri sebagaimana yang digambarkan oleh
Rasulullah SAW,
"Apabila manusia menyebut nama Allah, ia akan mengundurkan dirinya dan apabila
manusia lalai, ia akan membisikkan kejahatan."

Isyarat ini boleh menguatkan hati seseorang untuk menghadapi
Syaitan pembisik kejahatan, kerana ia bersifat datang dan menghilang iaitu
bersifat lemah apabila ia berdepan dengan alat senjata orang mu'min di
medan pertempuran. Dan satu segi yang lain pertarungan dengan Syaitan
merupakan satu pertarungan lanjut yang tidak akan tamat. Syaitan selamalamanya
menunggu peluang untuk menyerang manusia pada saat-saat
kelalaian, dan pertarungan itu akan terus meletus sekali kalah dan sekali
menang hingga sampai kepada hari Qiamat sebagaimana yang digambarkan
di berbagai-bagai tempat dalam al-Qur'an di antaranya ialah gambaran yang
menarik dalam surah al-Isra' yang berikut:
وَإِذْ ُقْلنَا لِلْمَلآئِكةِ اسْجُدُوْا لآدَمَ َفسَجَدُوْا َإلاَّ إِبْلِيسَ قَال َأَأسْجُدُ لِمَنْ خََلقْتَ طِينًا
(61)
61. "Dan (kenangilah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat,
Sujudlah kamu kepada Adam, lalu mereka sekalian pun sujud kecuali
Iblis, ia berkata: Adakah wajar aku sujud kepada orang yang telah Engkau
ciptakannya daripada tanah?"

قَال َأرََأيْتَكَ هَذا الَّذِي َ كرَّمْتَ عََليَّ َلئِنْ َأخَّرْتَنِ إَِلى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لأَحْتَنِكنَّ ُذرِّيَّتَهُ َإلاَّ
( َقلِيلا ً
( 62

62. Dia berkata lagi, "Terangkanlah inikah orangnya yang telah Engkau
muliakannya lebih daripadaku? Sesungguhnya jika dapat Engkau
memberi tempoh kepadaku sehingga hari qiamat nescaya akan ku sesatkan
zuriatnya kecuali sebahagian yang kecil."

( قَا َ ل ا ْ ذهَبْ َفمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ َفإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُُ كمْ جَزَاء مَّوُْفورًا ( 63
63. Lalu Allah menjawab: "Baik pergilah! Sesiapa daripada mereka yang
mengikut engkau, maka neraka Jahannamlah balasan yang sungguh padan
untuk kamu."

وَاسْتَفزِزْ مَنِ اسْتَطعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وََأجْلِبْ عََليْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِ ْ كهُمْ
فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَا ُ ن إِلاَّ ُ غرُورًا ( 64
64. "Dan kejutkan dengan suaramu sesiapa sahaja daripada mereka yang
dapat engkau lakukan, dan kerahkan angkatan berkudamu dan
kerahkanlah angkatan jalan kakimu untuk menyerang mereka, dan
berkongsilah harta-benda dan anak-pinak dengan mereka dan kemukakan
janji-janjimu kepada mereka, dan sebenarnya tiada apa yang dijanjikan
Syaitan kepada mereka melainkan hanya tipu daya sahaja."

( إِنَّ عِبَادِي َليْسَ َلكَ عََليْهِمْ سُلْطَا ٌ ن وَ َ كَفى بِرَبِّكَ وَكِيلا ( 65
65. "Sesungguhnya engkau tidak mempunyai kuasa untuk menguasai
hamba-hamba kesayangan-Ku, dan cukuplah Tuhanmu itu menjadi
penjaga."

Inilah gambaran perjuangan dan motif-motifnya yang jahat sama ada
perjuangan secara langsung dari Syaitan atau perjuangan melalui manusiamanusia
yang menjadi agen-agennya, dan dalam perjuangan itu manusia
akan tetap merasa ia tidak terus kalah, kerana Tuhan yang memelihara dan
menguasainya dan Tuhan yang disembahnya itu tetap berkuasa di atas
seluruh makhluk-Nya. Walaupun Allah membenarkan Iblis melancarkan
peperangan menentang manusia, tetapi Dia tetap menguasai Iblis itu. Dia
hanya membiarkan Syaitan itu menakluk orang-orang yang lalai dari Tuhan
mereka sahaja, sedangkan orang-orang yang mengingati Allah akan
terselamat daripada kejahatan dan bisikan Syaitan yang halus: Kini jelaslah
bahawa kebaikan itu haruslah bersandar kepada kekuatan dan hakikat Ilahi
yang sejati yang tiada kekuatan dan hakikat yang lain daripadanya dan
pastilah bersandar kepada Allah Tuhan yang memelihara, Tuhan yang
memerintah dan Tuhan yang disembah, sedangkan kejahatan pula bersandar
kepada bisikan Iblis yang datang dan menghilang, yang lemah apabila
ditentang, yang mundur ke belakang apabila ditempur dan yang tewas di
hadapan perlindungan dan naungan Allah.

Ini adalah satu kefahaman hakikat kebaikan dan kejahatan yang paling
sempurna di samping merupakan sebaik-baik kefahaman yang dapat
memelihara hati daripada kekalahan dan mengisikannya dengan bekalan
kekuatan, kepercayaan dan keyakinan. Alhamdulillah awal dan akhir. Pada
Allah keyakinan dan Taufik. Dialah Tuhan yang dipohon pertolongan dan
Dialah Tuhan yang Maha Penolong